|
|
|
|
|
|
|
|
bluebell |
Article |
Nyata |
2007-10-21 20:44:15 |
|
4 |
3083 |
Seks adalah salah satu hal yang turut menentukan kebahagiaan pasangan, namun sebenarnya masalah seks sendiri tak perlu muncul jika kita mau belajar dan mengerti pasangan kita, begitu pula sebaliknya.
Gaya hidup dan tahapan perubahan usia membawa perubahan pada pria baik secara fisik, mental, maupun kehidupan seksnya. Nah, untuk menghindari maslah yang mungkin muncul dalam kehidupan seksual Anda, tak ada salahnya mencoba lebih mengenal pria sesuai tahapan usianya.
Usia 20-an
Pada usia ini, bisa dibilang libido pria berada pada posisi puncak. Mereka jadi mudah terangsang dan sulit mengendalikan diri. Kondisi fisik yang prima pun menunjang mereka selalu dalam keadaan ready to fight. Gairah seks yang menggebu, mendorong mereka mencapai puncak kenikmatan dalam waktu singkat.
Masalah muncul jika pasangan merasa ‘ketinggalan’ bahkan tak jarang merasa kewalahan karena pria dalam masa ini seolah tidak mengenal lelah. Sementara mereka yang belum memiliki pasangan hidup, cenderung melakukan onani untuk menyalurkan gairah mereka.
Usia 30-an
Memasuki usia awal 30-an, kehidupan seks pria mengalami perubahan. Meski masih mudah terangsang dan menyukai pengalalman seks sesering mungkin, kadar spontanitas mulai menurun, dalam arti mereka tidak menuntut harus terpuaskan saat itu juga.
Dorongan seks pria di usia ini berjalan beriringan dengan aspek kehidupan lain, misalnya lebih fokus pada karir atau masalah keluarga, yang membuat mereka tidak harus fokus pada persoalan seks.
Kendati gemar mencoba teknik baru, kepuasan wanita menjadi bagian penting yang mendapt perhatian pria. Pria sudah mampu mengontrol dan berbagi, kapan saatnya mencari kepuasan diri dan kapan saatnya bersabar menanti Anda. Bisa dibilang pada tahap ini, pria mulai berubah dari seorang yang egois menjadi seorang pria sejati yang mulai memahami kebutuhan wanita.
Meski mulai mengerti dan mengendalikan diri tentang seks, namun pria pada usia ini masih rajin bermasturbasi, meskipun tidak sesering usia 20-an. Mungkin sebagian wanita merasa risih dan tersisih dengan kebiasaan ini. Namun cobalah mengerti, alasan mereka berbuat begitu, bisa jadi karena Anda terlalu lelah atau sedang dalam kondisi tidak mood untuk berhubungan.
Usia 40-an
Memasuki usia 40-an mayoritas pria justru lebih berani melakukan hal yang sebelumnya dianggap kolot dan kurang wajar. Bisa jadi mereka justru ingin merasakan berbagai tehnik dan pengalaman baru seperti yang kerap mereka dengar dalam pergaulan.
Kondisi ini biasanya bersumber karena krisis paruh baya, dimana pria mulai bertingkah untuk membuktikan dirinya masih perkasa. Kalau suami menuntut hal di luar kebiasaan normal, pahamilah bahwa semua itu dilakukan untuk mempertahankan keharmonisan hubungan.
Di usia ini, pria juga merasa lebih bebas mengutarakan keinginan yang selama ini terpendam. Sayangnya, justru banyak wanita merasa terancam saat suami mereka memperlihatkan perubahan drastis itu. Padahal para ahli berpendapat jika pasangan mengutarakan keinginannya, justru Anda tak perlu khawatir karena itu artinya dia tak akan melakukan teknik baru tadi dengan wanita lain.
Usia 45-55 tahun
Umumnya, pria di usia ini lebih membutuhkan dorongan mental dan rangsang fisik dari pasangan. Sekedar ciuman mungkin kurang mampu membangkitkan gairahnya. Dalam kondisi ini yang sangat dibutuhkan pria adalah sebuah inisiatif dan keberanian atau bahkan sedikit ‘kenakalan’ untuk memberi sentuhan khusus baginya. Jadi, jangan hanya menunggu. Kalau bukan Anda yang memulainya, bisa-bisa kemesraan hanya tinggal impian.
Di tahapan usia ini, dimana pria mengalami kemunduran, wanita justru mencapai puncak kehidupan seksualnya. Nah, bukankah hal ini adalah saat yang tepat bagi Anda untuk memperlihatkan daya tarik seksual dan membuatnya kembali ‘hidup’?
Usia 60-an
Pada usia ini gairqh dan rangsangan pria sangat mudah surut karena stress dan kekhawatiran. Dibandingkan usia 20-an, tingkat kesuburan pria di masa ini tinggal separuhnya. Selain itu, pria jarang bisa mencapai klimaks, bahkan boleh jadi saat warming up dia sudah off duluan meski di saat yang sama ia sebetulnya merasa terangsang dan ingin menikmati keintiman bersama Anda.
Di masa ini pria juga mengalami andropause (seperti menopause pada wanita), dimana mereka mengalami perubahan hormon, penurunan produksi testosteron dan perubahan emosi. Kesehatan pun juga sering menjadi penghambat. Penggunaan obat-obatan untuk tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau obat-obatan penenang turut berperan menghancurkan kehidupan seksual pria.
Sebenarnya komunikasi dan pillow talk tetap menjadi kunci utama menjaga keharmonisan hubungan, cobalah saling mengerti dan memahami kondisi masing-masing pihak. Jika Anda tahu dan l ... [mohon login dengan username anda untuk melanjutkan cerita/article ini].
|