Kumpulan Cerita Cerita Seru
Cerita Seru Kirim Cerita IndoDiva Home IndoDiva Gallery IndoDiva Forum
Finding SEO - Bringing Traffics Closer To You
Articles
Daun Muda
Gay/Lesbian
Group Sex
Lain Lain
Oral Sex
Selingkuh
Setengah Baya
Sex Umum
Tukar Pasangan
Sex Umum :: Affair Dengan Teman Kerjaku
Pengirim
Category
Type
Date Added
Rating
Voters
Readers
-
Sex Umum
Nyata
2009-04-14 14:55:23
5
3781

Aku ingin menceritakan pengalaman seru yang aku alami beberapa bulan yang lalu di tempat kerjaku sekarang ini. Aku sering membaca cerita-cerita seru dari situs-situs lain, namun aku terus terang lebih menyukai IndoDiva cerita seru karena situs mereka paling enak untuk dibaca. Selain rapi dalam penampilan, cerita-cerita seru yang dimuat di dalam situs IndoDiva sangat berkualitas.

Perkenalkan namaku Doddy. Umurku sekarang sekitar 32 tahun, dan masih belum berumah tangga. Namun aku sudah mempunyai pacar yang lumayan serius. Tinggi badanku standard saja yaitu sekitar 172 cm dan berat badan 80 kgs. Tidak gendut dan tidak kurus. Cukup proporsional. Boleh dibilang badanku tidak kekar, tapi lumayan keras karena aku rajin bermain badminton.

Aku bekerja di salah satu perusahaan akutansi di Jakarta. Tempat kantor-ku berada di salah satu gedung bonafit di Jakarta Pusat. Luas kantor tempat aku bekerja cukup besar, dan sanggup menampung sekitar 50 orang di dalam-nya. Tugas-ku di kantor banyak berhubungan dengan system adminitrasi atau yang berhubungan dengan teknologi informasi. Aku telah bekerja di tempat ini hampir 5 tahun lama-nya.

Dalam urusan gaji dan bonus, aku termasuk sudah cukup mapan. Aku juga mendapat ruang kantor sendiri seluas 3x3 meter. Namun ruangan ini belum cukup luas bagiku karena ruangan kantor-ku penuh dengan komputer-komputer yang berserakan di mana-mana.

Fasilitas-fasilitas umum di kantor-ku seperti ruang makan, dapur, ruang umum, dan meeting room sungguh sangat memadai. Namun, kantor perusahaan kami tidak memperkerjakan OB (office boys), hanya 1 atau 2 cleaner saja yang tiap jam 6 sore datang untuk membersihkan kantor kami.

Semua peralatan di dapur sungguh lengkap, hanya saja kompor tidak termasuk di dalamnya. Jadi bila ingin memanaskan makan siang, kami bisa menggunakan microwave. Yang aku suka dari peralatan dapur itu adalah mesin espresso atau mesin pembuat kopi espresso yang bagus. Karena pecinta kopi, aku menjadi betah untuk bekerja di kantor-ku sekarang ini.

Banyak orang yang kurang bisa menggunakan mesin espresso ini, jadi mereka memilih untuk membuat kopi dengan kopi instan saja. Karena jarang-nya mesin ini digunakan oleh teman-teman kantor yang lain, kondisi mesin espresso ini masih sangat bagus dan bersih.

Ok, cukup dengan suasana dan keadaan kantor perusahaanku. Kini aku ingin menceritakan awal dari cerita seru yang ingin aku sampaikan kepada semua pembaca cerita seru IndoDiva ini.

Berawal dari datang-nya seorang pekerja baru bernama Yunita atau kerap dipanggil dengan nama Nita beberapa bulan yang lalu. Nita bekerja di bagian audisi di perusahaan kami ini, dan dia baru saja lulus dari universitas.

Nita berwajah manis dan berkulit putih bersih. Rambut-nya panjang dan tinggi-nya sekitar 159 cm. Aku memperkirakan umur Nita sekitar 23 sampai 25 tahun. Sungguh pandai berdandan pula atau boleh dibilang seseorang yang sangat fashionist.

Selidik punya selidik, ternyata Nita datang dari keluarga yang cukup berada. Yang aku herankan mengapa untuk ukuran dia mau bekerja sebagai pegawai perusahaan, apabila keluarga sudah cukup berada. Kapan saja Nita mau, dia bisa meminta modal dari orang tua-nya untuk membuka perusahaan atau usaha sendiri. Gossip inilah yang beredar hangat di dalam kantor kami. Tapi aku kurang begitu menghiraukan gossip ini, namun aku diam-diam menaruh sedikit perhatian khusus kepadanya.

Nita bagaikan bunga di kantorku. Selain usianya yang masih begitu muda. Banyak para lelaki di kantor kami yang berusaha untuk dekat dengan-nya. Terus terang aku ingin berkenalan dengan-nya, tapi aku ingin mencari waktu yang tepat untuk berkenalan dengannya.

Akhirnya pada suatu hari, aku datang kantor lebih pagi dari biasa-nya. Hanya sedikit orang yang sudah tiba di kantor. Karena masih sepi, aku langsung menuju ke dapur untuk membuat secangkir kopi dari mesin espresso. Aku kaget bercampur senang melihat sosok Nita yang sudah berada di kantor, sedang membuat kopi instan.

"Kopi ini lebih enak dari kopi instan loh!", kataku membuka membicaraan.
"Oh ya, saya pengen coba sih kopi espresso, cuman saya tidak tau gimana pake mesin itu.", jawab Nita sambil tersenyum.
"Kalo mau, saya buatin juga buat ... ", jawabku sambil berpura-pura tidak tau nama-nya.
"Yunita ... panggil saja Nita.", jawab Nita sambil berjabat tangan.
"Doddy. Salam kenal.", jawabku.
"Sama-sama.", jawab Nita.

Lembut tangan Nita terasa di telapak tanganku. Aku langsung mengambil kopi instan yang masih penuh di cangkir Nita, dan membuangnya di baskom. Kemudian aku membuat kopi dari mesin espresso.

"Hmm ... wangi banget.", kata Nita.
"Yup ... ini bedanya kopi instan dan real coffee (kopi asli)", jawabku.
"Wah kapan-kapan boleh dong dibikinin lagi?!", tanya Nita.
"No problem.", jawabku.

Karen ... [mohon login dengan username anda untuk melanjutkan cerita/article ini].



Cerita Seru Kirim Cerita IndoDiva Home IndoDiva Gallery IndoDiva Forum