|
|
|
|
|
|
|
|
- |
Sex Umum |
Nyata |
2009-03-30 23:52:31 |
|
10 |
3681 |
Sebelum aku mulai menceritakan pengalaman-pengalaman menarik yang aku alami selama 5 tahun belakangan ini, aku terlebih dahulu ingin memperkenalkan diri kepada para pembaca cerita seru IndoDiva.
Sebut saja namaku Adrian, namun aku lebih sering dipanggil dengan sebutan Adri. Dan untuk orang yang lebih muda dariku, mereka biasa memanggilku mas Adri. Umurku sekarang ini masih 29 tahun, dan aku tinggal bersama dengan kedua adik kandungku yang masih menginjak bangku kuliah. Statusku masih single, dan masih belum berkeinginan untuk mencari pacar apalagi pendamping hidup.
Aku hidup di kota Surabaya dan memiliki usaha join toko kue/bakery sejak tahun 2003 dengan sahabat karibku sejak SMA. Tugas utamaku sebagai marketing dan delivery management untuk pesanan khusus acara-acara seperti wedding, ulang tahun, dan corporate. Sedangkan sahabat karibku bersama istrinya yang mengolah bagian pembuatan kue-kue atau bakery tersebut.
Dalam singkat kata, dalam usaha bisnis kami tidak ada masalah. Hanya saja di luar bisnis inilah yang menjadi masalah bagiku. Dari judul cerita ini, para pembaca sudah bisa menebak inti dari cerita yang ingin aku ceritakan.
Sejak kami membuka usaha toko bakery ini, kami sering merikrut atau memperkerjakan pegawai atau pekerja untuk membantu usaha bisnis kami. Memang mayoritas para pegawai kami adalah wanita dari umur 18 sampai 50 tahun. Total pegawai kami adalah 20 orang dan 70% di antara-nya adalah wanita. Pegawai lelaki biasanya yang bertugas untuk delivery dan juga marketing.
Karena sibuknya urusan dapur, kami bersepakatan apabila urusan atau management pegawai adalah salah satu tanggung jawabku. Seperti gaji bulanan, upah lembur, cuti, dan bonus atau komisi. Termasuk juga bagian personalia seperti merikrut pegawai baru dan mewawancarai sebelum bergabung bersama kami.
Aku mengakui bahwa aku sedikit pilih kasih dalam merikrut pegawai baru. Aku lebih memilih pegawai baru yang berparas muka cantik, berumur antara 18 sampai 30 tahun, dan masih belum bersuami alias masih single. Kecuali kalo memang pegawai yang aku rikrut itu memiliki kualitas yang lebih dari orang lain, seperti berpengalaman dalam membuat kue-kue atau memiliki keahlian unik.
Kini kuceritakan salah satu dari beberapa pegawai yang pernah terlibat dalam hubungan cinta denganku selama kurun waktu 5 tahun ini.
Sebut saja nama-nya Rita, memiliki paras wajah yang cantik, tinggi badan 159 cm, warna kulit kuning langsat dan mulus. Rita juga memiliki sepasang dada yang indah, serta bentuk pinggul yang lumayan. Rita adalah seorang wanita yang paling berkesan yang pernah aku alami selama ini. Saat pertama kali interview atau wawancara dengannya, Rita tidak memiliki pengalaman dalam membuat kue apalagi bekerja di toko kue sebelumnya. Namun aku memiliki firasat apabila Rita ini pandai dalam berbicara. Jadi aku putuskan agar Rita bekerja di bagian sales & marketing, yang mana langsung di bawah managemen-ku sendiri.
Ternyata dugaan-ku benar adanya. Kualitas kerja Rita sungguh menakjubkan. Dia sungguh lihai dan cermat dalam menjual roti-roti dagangan kita. Sungguh manis omongan-nya, sehingga para pelanggan baik pria maupun wanita masuk dalam bahasa marketing-nya. Salah satu contoh, ada seorang ibu yang ingin membeli roti tawar di toko bakeri kami, dan dengan mudahnya Rita bisa menyakinkan ibu tersebut untuk membeli selai bersama dengan roti tawar tersebut.
Aku kagum dengan kualitas kerjanya yang luar biasa tersebut. Setelah berdiskusi dengan kerabat kerjaku, kami setuju untuk menaikkan gaji dan pangkat Rita sebagai assistant marketing manager dalam kata lain menjadi assistant-ku sendiri.
Aku mempercayakan beberapa mandat kepadanya untuk membawahi beberapa pegawai yang dulunya langsung di bawah pengawasanku. Aku meminta Rita untuk mentraining mereka agar menguasai tehnik-tehnik marketing yang dimilikinya. Hasilnya pun sungguh luar biasa. Nama toko bakeri kami menjadi terkenal, bukan karena kami sengaja memarketingkan-nya melalui surat kabar, majalah, atau Internet, melainkan melalui mulut ke mulut.
Pada suatu hari, kami menerima order roti/kue untuk pesta perkawinan salah seorang yang lumayan berada. Kue-kue yang dipesan sungguh banyak termasuk Wedding Cake-nya. Malam itu kami berempat (aku, temanku, istrinya, dan Rita) berkumpul untuk merencanakan pembuatan, packing, dan delivery untuk pesanan yang luar biasa ini. Dan kami hanya memiliki waktu seminggu saja untuk menggenapi semua permintaan pelanggan kami ini.
Setelah selesai berdiskusi, kami membagi tugas kami masing-masing. Tentu saja tugasku dan Rita adalah mengkoordinir bingkisan kue/roti untuk para tamu dengan model dan bentuk yang telah dipilih oleh pelanggan kami.
Akhirnya, pada hari ke 6 atau sehari sebelum acara pernikahan pelanggan kami tiba, kami mendengar bahwa 2 orang dari bagian dapur tiba-tiba cuti sakit. ... [mohon login dengan username anda untuk melanjutkan cerita/article ini].
|