Kumpulan Cerita Cerita Seru
Cerita Seru Kirim Cerita IndoDiva Home IndoDiva Gallery IndoDiva Forum
Finding SEO - Bringing Traffics Closer To You
Articles
Daun Muda
Gay/Lesbian
Group Sex
Lain Lain
Oral Sex
Selingkuh
Setengah Baya
Sex Umum
Tukar Pasangan
Selingkuh :: Aku Berselingkuh Dengan Bosku
Pengirim
Category
Type
Date Added
Rating
Voters
Readers
sari.cantik
Selingkuh
Nyata
2009-01-05 17:24:54
20
9132

Perkenalkan namaku Sari. Aku masih berumur 25 tahun, lahir dan besar di Jakarta. Aku bekerja di suatu perusahaan akuntansi ternama di Jalan Sudirman. Tinggal badanku sekitar 159 cm dengan berat badan 51 kg dengan kulit berwarna kuning langsat. Dadaku tidak begitu besar dan juga tentu saja tidak begitu kecil. Cukup proporsional saja, seperti layaknya atau ukuran rata-rata payudara wanita asia khususnya Indonesia. Latar belakangku adalah dari keluarga campuran Chinese/Tionghua dan Sunda. Statusku saat ini telah bertunangan dengan seorang pengusaha di Mangga Besar.

Pada kesempatan kali ini aku ingin menuliskan cerita tentang affair-ku dengan bos di perusahaan tempat aku bekerja sekarang. Kejadian ini sudah berlanjut 5 bulan lamanya dan terlihat masih akan terus berlanjut, karena selama aku masih bekerja di sini, aku pasti masih belum bisa melepaskan keinginan untuk ber-affair dengan bosku sendiri. Aku sejujurnya masih mencintai tunanganku sendiri, namun aku juga memiliki rasa sayang terhadap bosku sendiri. Aku mencintai dua orang yang mana mereka adalah sangat penting artinya bagiku.

Tanggal 19 Februari tahun 2007 adalah hari pertama aku masuk kerja di perusahaan ini. Aku melamar kerja atau posisi sebagai PA (Private Assistant) di perusahaan ini setelah membaca iklan lowongan kerja di koran sekitar pertengahan Januari 2007. Aku sempat menganggur beberapa bulan dan hidup bersama orang tua karena susahnya mencari pekerjaan yang cocok untukku di kota metropolitan ini.

Setelah melewati berbagai macam test dan wawancara/interview di tiap lapisan atau departement di perusahaan tersebut, akhirnya pas pada waktu seminggu sebelum Valentine Day, aku mendapat surat undangan wawancara/interview terakhir dengan direktur perusahaan. Setelah membaca surat undangan tersebut, aku girang bukan main bercampur dengan rasa deg-degan, karena untuk mencapai level interview seperti ini adalah bukan hal yang mudah. Kulihat tanggal interviewku di atas surat tersebut, ternyata aku akan di-interview pas pada hari Valentine Day jam 9 pagi. Aku sempat menelpon tunanganku (saat itu masih sebatas pacar saja) untuk memberitakan kabar gembira ini.

Seminggu kemudian, pas pada Valentine Day, aku diantar oleh ayah menuju perusahaan itu. Aku tiba 15 menit lebih awal agar terlihat professional, dan berkesan positif dihadapan para petinggi di perusahaan tersebut. Setelah menyelesaikan registrasi di bagian resepsionis, aku dipersilahkan menunggu untuk dipanggil. Hawa dingin yang keluar dari mesin AC kantor itu terasa dingin ditambah dengan perasaan grogiku, jadi seakan-akan hawa dingin tersebut terasa menusuk tulang.

Kulihat ada 1 wanita yang berpakaian rapi dan berwajah manis sedang duduk menunggu di sana. Aku bisa menafsir bawa orang ini juga diundang ke interview terakhir. Grogi-ku semakin menjadi-jadi saja, karena aku melihat ada persaingan dahsyat di depan mataku. Aku berusaha untuk ber-acting dengan tenang dan menampilkan wajah yang sabar.

Jam telah menunjukkan pukul 09:30 pagi, dan masih belum ada panggilan interview. Akhirnya 5 menit kemudian terdengar bunyi telephone di meja resepsionis. Terlihat wajah resepsionis tampak serius membuatku makin grogi tak karuan saja. Setelah menutup telephone, sang resepsionis pun memberi kabar kepada kami bahwa direktur perusahaan akan datang 15-20 menit lagi dan meminta maaf karena terjadi delay.

Kami masih dengan sabar menunggu panggilan. Akhirnya tak kurang dari 15 menit, ada sosok lelaki yang aku tafsir setinggi Tora Sudiro dengan dada yang lapang lewat di depan kami sambil berjalan dengan cepat seperti terburu-buru. Aku tidak sempat melihat wajahnya dengan seksama. Aku hanya bisa mengamatinya dari belakang sampai dia menghilang di salah satu ruangan kantor tersebut. Tercium bau parfum Hugo Boss saat dia lewat tadi. Dia juga mengenakan T-Shirt berwarna biru muda.

Lima menit kemudian, telephone resepsionis kembali berbunyi. Sang resepsionis hanya berbicara 5 detik saja, kemudian telephone kembali ditutup. Wanita yang sedang menunggu bersamaku dipanggil untuk interview terlebih dahulu. Dalam hatiku berkata ... "Oh My God, this is it!".

Interview dimulai dari jam 10 pagi, dan sekarang jam telah menunjukkan pukul 10:45 pagi dan belum ada tanda-tanda namaku akan dipanggil. Aku sempat panik dan semakin grogi saja. Aku seakan-akan bertanya-tanya apa yang akan ditanya oleh sang direktur saat interview nanti. Mengapa pula wanita yang tadi belum saja keluar dari ruang interview.

Saat jam menunjukkan hampir pukul 11, wanita yang diinterview pertama tadi keluar dari ruangan interview dan meninggalkan kantor tersebut dengan wajah yang berseri-seri. Makin tak karuan saja perasaanku. Aku semakin tidak percaya diri dan ber-spekulasi bahwa wanita yang tadi memiliki banyak kemungkinan untuk memenangkan interview ini.

Tak lama setelah wanita itu meninggalkan kantor, telephone kembal ... [mohon login dengan username anda untuk melanjutkan cerita/article ini].



Cerita Seru Kirim Cerita IndoDiva Home IndoDiva Gallery IndoDiva Forum