Kumpulan Cerita Cerita Seru
Cerita Seru Kirim Cerita IndoDiva Home IndoDiva Gallery IndoDiva Forum
Finding SEO - Bringing Traffics Closer To You
Articles
Daun Muda
Gay/Lesbian
Group Sex
Lain Lain
Oral Sex
Selingkuh
Setengah Baya
Sex Umum
Tukar Pasangan
Setengah Baya :: Hubunganku Dengan Mbak Kartika
Pengirim
Category
Type
Date Added
Rating
Voters
Readers
-
Setengah Baya
Nyata
2008-06-04 02:19:34
68
18335

[ cerita ini pernah sempat termuat di 17tahun.com sebelum situs ini hilang dari peredaran]

Sebenarnya, sudah lama saya pingin mencerwulankan kisah nyata ini kepada para penggemar cerita seru. Namun karena kesibukan saya, maka baru saat ini dapat menulis dan mengirim ke situs ini. Kisahku ini sebenarnya sudah terjadi kurang lebih 15 tahun yang lalu saat saya berumur 22 tahun. Merupakan kisah percintaanku dengan "Mbak Tika" (bukan nama sebenarnya) yang sangat mengesankan dalam hidupku, bahwa semua itu terjadi begitu cepat dan indah.

Diskripsi singkat pelaku dalam kisahku ini. Aku "Dino" (sebut saja begitu) tinggi badan 175 cm, banyak orang bilang wajahku seperti Antonio Banderas. Sedangkan pacarku "wulan" (bukan nama sebenarnya) calon dokter umum, saat ini sedang PPT di daerah RS. Sarjidto Jogjakarta, wajah mirip Marisa Haque (bakan lebih cantik) umur 22 tahun, tinggi badan 168 cm, kulit kuning langsat, rambut agak ikal. Sedangkan mbak tika, umur 35 tahun, tinggi badan 170 cm, umur kulit kuning cenderung putih bersih. Wajahnya mirip sekali dengan Sandra Dewi (saat ini), dia seorang pengacara ternama di Jogja. Saat ini saya telah memasuki umur 38 tahun, dan sudah menjadi pengusaha muda yang terbilang sukses. Begini kisahnya.....".

Sebut saja namaku dino, saya berasal dari sebuah kampung di Jawa Tengah, yang kebetulan diterima kerja disebuah perusahaan multi nasional di Jakarta. Diawal-awal kerja, saya masih sering pulang kampung setiap minggu sekali, dan sempat bergabung dengan perkumpulan "PJKA" (Pulang Jumat Kembali Ahad-red), maklum bujangan. Saya masih harus sering pulang kampung minimal setiap 2 minggu sekali, karena harus memenuhi kebutuhan batiniah, yaitu apel pacar yang masih kuliah di fakultas kedokteran di universwulans ternama di Jogja. Selain untuk kangen-kangenan juga memberikan suport kepada Wulan kekasihku, karena waktu itu sedang detik-detik akhir dalam menyelesaikan PPT di rumah sakit sarjito.

Biasanya saya pulang jumat sore, namun karena wulanku telepon supaya aku pulang kamis sore, katanya ada hal yang perlu dibicarakan, "penting", maka saya minta ijin kantor untuk pulang. O iya, kantor saya di kawasan hayamwuruk jakarta pusat, sehingga relatif dekat dengan stasiun gambir. Setelah mendapatkan ijin dari bos, dan pekerjaan beres, saya langsung menuju stasiun gambir karena waktu sudah menunjukan pukul 18.00 wib. Saat itu saya sampai di stasiun gambir, kereta yang akan aku naiki sudah "stand bye", dan siap jalan menuju stasiun balapan solo, sehingga saya lansung nyelonong masuk gerbong dan mencari kursi yang masih kosong. Akhirnya saya menemukan kursi kosong di gerbong 6, setelah menaruh tas punggungku langsung aku hempaskan tubuhku di sisi dekat jendela dan menenangkan napasku yang sedikit terengah. Setelah agak rilek, segera saya nyalakan walkman yang selalu menemaniku kemana aja, dan setelah kereta jalan akhirnya aku ketiduran. Namun, belum lelap aku tidur, masih antara mimpi dan sadar sepertinya ada yang duduk disebelahku, dan dari mana dia naik saya pun tidak tahu. Tetapi kalau tidak salah dia naik dari stasiun jatinegara. Karena mata sudah sulit dibuka maka aku tidak memperdulikan siapa yang duduk disebelahku.

Sampai akhirnya datang petugas kereta membangunkanku untuk meminta tiket. Karena saya tidak punya tiket, segera aku keluarkan uang tempel seperti yang biasa kalau aku pulang bersama dengan teman-teman "PJKA". Dan saat saya ngasih, ternyata yang menerima pak karman, sahabat lamaku yang sudah aku kenal (maaf pak karman namanya ga aku sensor, hehe...). Pak karman bertanya padaku, "tumben pulang hari kamis", din? Iya pak, ada keperluan di Jogja. Nah, saya aku ngobrol sebentar dengan pak karman, saya sempat melirik siapa gerangan yang duduk disebelahku, wow...?! ternyata seorang cewek setengah umur, cantik tapi terkesan judes dan galaaak, sehingga aku tidak bernapsu untuk berbasa-basi bertegur sapa, karena yang ada dibenakku hanya ingin segera sampai di Jogja dan ketemu dengan Wulan-ku tersayang. Diapun kelihatannya cuek dan tidak memperdulikan aku juga. Tapi kalau boleh aku jujur sebenarnya batinku, mengakui bahwa cewek yang disampingku mukanya sangat cantik, bersih, modis dan berwibawa. Tapi kalau dibandingkan wulan-ku, "pilih wulan-ku lah, hehe....

Dari pada mikir yang engak-engak, setelah aku balik kaset di walkmanku, akhirnya saya tidur sambil berharap mimpi ketemu dengan wulan pacarku. Ditengah lelap tidurku, tiba-tiba saya merasakan kereta berhenti dan suasana gelaaaap. Antara bingung dan bertanya-tanya sampai dimana kiria-kira, namun semua gerbong gelap dan aku mencoba melongok ke jendela pun gelap, sehingga tidak kelihatan kereta berhenti di daerah mana. Mau bertanya ke perempuan di sebelah, sungkan rasanya. Akhirnya saya mencoba mau keluar dari kursi mau melihat situasi, sehingga mau tidak mau saya harus permisi untuk numpang lewat pada perempuan disebelah saya. Maaf permisi mbak, saya mau keluar s ... [mohon login dengan username anda untuk melanjutkan cerita/article ini].



Cerita Seru Kirim Cerita IndoDiva Home IndoDiva Gallery IndoDiva Forum